» » » Pramuka Peduli Lingkungan, Bersihkan Ciliwung Dapat Piala

SJO, JAKARTA —“Daripada setelah Ujian Nasional (UN) mengadakan pesta bikini yang jelas-jelas tidak berguna dan amoral, mending ke sini bersihkan Sungai Ciliwung yang kotor banget ini,” tegas Kak Adhyaksa Dault, Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, ketika hadir dalam acara Giat Bersih Ciliwung dalam rangka Peringatan Hari Bumi bersama berbagai elemen masyarakat lain di kawasan Condet, Jakarta Timur (26/4).

Menurut Adhyaksa Dault, kenikmatan terbesar yang diberikan Tuhan kepada rakyat Indonesia setelah keimanan adalah Tanah Air Indonesia. “Makanya harus kita jaga sepenuh jiwa dan raga, lingkungan sekitar kita, termasuk sungai Ciliwung ini.  Bukan tidak mungkin, sungai ini suatu waktu akan menjadi tempat paling indah di Jakarta,” tambah Adhyaksa.

Dalam kesempatan itu, Adhyaksa Dault bersama Bambang Musyawardana, Wali Kota Jakarta Timur, memberikan hadiah berupa piala yang cukup besar kepada regu pramuka yang paling giat memungguti sampah di sungai Ciliwung, yang diraih oleh regu pramuka dari SMA 20 Jakarta Timur.

Hadir dalam acara yang dilangsungkan secara sederhana dan penuh keakraban itu antara lain, aktivis lingkungan yang juga dosen UI, Niniek L. Kariem, Sekretaris Kementerian Lingkungan Hidup Rasio Rido Sani, andalan nasional Kwarnas Gerakan Pramuka, Sha Ine Febrianti, Luqman Hakim Arifin, Ahmad Mardiyanto, Nurdin Hasan, Eko Sulistio, serta ratusan pramuka dari gudep-gudep di sekitar Jakarta Timur.

Menurut Niniek L Kariem, dulu Batavia (Jakarta) disebut-sebut sebagai Queen of the East (Ratu dari Timur) dengan keindahan sungai Ciliwung-nya. Dengan keterlibatan banyak pihak dari unsur masyarakat maupun pemerintah yang peduli dengan kebersihan sungai Ciliwung, bukan tidak mungkin julukan itu bisa benar-benar diraih kembali.

Sementara itu, Rasio Rido Sani dari Kementerian Lingkungan Hidup mengaku sangat mengapresiasi kegiatan bersama ini, terutama dengan keaktifan anak-anak Pramuka. “Saya yakin kalau Pramuka bikin kegiatan bersih setiap minggu, impact-nya pasti besar,” ujarnya.

Rasio mengusulkan agar di sepanjang sungai Ciliwung ini dibangun jalan selebar 3 meter, di mana warga bisa berjalan kaki secara santai dan bersih. “Insya Allah itu bisa menjadikan sungai Ciliwung sebagai tempat paling indah di Jakarta bisa terwujud,” tambah Rasio.(rls)

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: