» » » » Mengenang HUT KAA Ke-60 di Bandung

SJO, BANDUNG-Puncak Peringatan HUT KAA Ke-60, hari ini, Jum'at (24/4) berlangsung di Kota Bandung. Para peserta/delegasi HUT KAA, khususnya 22 kepala negara yang hadir, lakukan kegiatan "Historical Walk", dari Hotel Savoy Homann menuju Gedung Merdeka, pada sekitar pukul 09.15 Wib.

Saat historical walk tersebut, Presiden Jokowi berada di barisan depan, bersama presiden Tiongkok Xi Jinping, kemudian disebelah kiri, Wapres Yusuf Kalla. Selanjutnya diikuti para kepala negara lainnya.

Sebelum historical walk, terlebih dahulu dilakukan parade drum band yang diikuti dibelakangnya oleh barisan pembawa bendera peserta/delegasi HUT KAA, dan anak-anak yang berpakaian adat sunda pembawa bendera berwarna merah hijau yang merupakan simbol peringatan HUT KAA Ke-60 Tahun 2015.

Di Gedung Merdeka, Presiden Joko Widodo sampaikan sambutannya. Sambutannya menekankan pada "Semangat Spirit Bandung untuk memajukan kesejahteraan rakyatnya. Menurut dia, Spirit Bandung yang telah disepakati oleh para pendahulu seharusnya menjadi pengikat untuk membuka setiap potensi kerjasama perekonomian. Melalui kegiatan ini sebaiknya menjadi momentum yang baik untuk membuat berbagai kesepakatan ekonomi dalam mensejahterakan rakyat.

Juga menurut Joko Widodo, bahwa melalui Peringatan KAA mengajak bagi seluruh rakyat perwakilan negara untuk kembali menggelorakan Spirit Bandung di negara-Asia dan Afrika. Demi memperjuangkan perdamaian, kemiskinan, dan kesejahteraan rakyat.

Usai pelaksanaan peringatan di Gedung Merdeka, para delegasi/kepala negara yang beragama Islam, akan melaksanakan sholat jum'at di Masjid Agung Bandung yang khotib imamnya, Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan.

Setelah shalat Jum'at dilanjutkan, makan siang bersama yang mengambil tempat di Gedung Negara Pakuan.

Pada peringatan HUT KAA Ke-60 di Bandung ini, pengamanan yang dilakukan sangat berlapis, sehingga warga tidak boleh mendekat di area penyelenggaraan HUT KAA. Berdasarkan pantauan jabarprov.go.id, warga hanya bisa berkumpul di Perempatan CKC dekat Hotel Preanger dan itupun disebelah atau sebrangnya.

Bagi para awak media yang meliput acara inipun sungguh dibatasi. Hanya mereka yang terdaftar saja dan memiliki id card tertentu yang boleh meliput. Dipanggung tempat liputan saat even historical walk, hanya ada 35 awak media yang diperbolehkan meliput yang nama dan medianya terdaftar. Di luar itu, disuruh menggeser ke ring dua yang berada dekat bank bjb. (*)

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: