» » » Mengejar Mimpi Tipu Didapat, Emas Batangan Eh Ternyata Kuningan

SJO Tasikmalaya – Mengejar mimpi tipu didapat itulah gambaran Korban, Tito warga Indihiang Kota Tasikmalaya, berawal mencari pengobatan alternatif untuk sang anak. Korban malah kena tipu Dimansyah (37) warga Kp Sukawargi RT 03 RW 09 Kelurahan Tugujaya Kecamatan Cihideung Kota Tasikmalaya yang berprofesi sebagai dukun.

Awal cerita, korban menanyakan kepada temannya bernama Ade dimana tempat pengobatan alternatif yang dapat menyembuhkan penyakit yang diderita anaknya

Akhirnya korban mendapatkan informasi bahwa pelaku adalah orang pintar yang biasa mengobati pasiennya. Mendapat informasi, korban bersama anaknya langsung mendatangi alamat pelaku.

"Setelah itu, tiga hari setelah kedatangannya korban disuruh datang
lagi dengan dijanjikan penyakit anaknya sembuh," ungkap Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Noffan Widyayoko saat ekspose di Mapolsek Cihideung, Selasa (7/4).

Pasalnya, pelaku diduga telah melakukan tindak pidana penipuan dengan berpura-pura dapat memberikan harta berlimpah dengan cepat pada korbannya.

Saat korban datang lagi, lanjut Noffan, bukannya membahas upaya penyembuhan anaknya, melainkan pelaku menceritakan bahwa dirinya dapat mendatangkan harta berlimpah berupa emas batangan hanya dengan do'a.

Mendengar itu, sambung dia, korban antusias dan memberikan uang sebagai syarat untuk mendapatkan emas batangan yang dijanjikan. "Total uang yang diberikan korban Rp 80 juta," ujarnya.

Dalam tempo cepat, imbuh Noffan, korban menerima emas batangan, yang menurut pelaku harga emas tersebut bisa mencapai milyaran.

"Karena penasaran, korban menguji emas tersebut pada saudaranya yang kebetulan pengrajin emas. Ternyata bukan emas, hanya sebuah kuningan berharga Rp 50 ribu," tuturnya.

Tidak terima, korban meminta uang yang sudah dikeluarkan untuk dikembalikan. Namun pelaku tidak kunjung mengembalikan akhirnya pelaku melaporkan hal tersebut ke pihak kepolisian.

"Uang hasil menipu oleh pelaku digunakan untuk berfoya-foya," ucapnya.

Pelaku akan dikenakan Pasal 372 dan 378 dengan ancaman hukuman 7 tahun kurungan penjara.(D033/Dn)

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: