» » » » » Media Sosial Rentan Dimanfaatkan Aksi Terorisme

SJO, KARAWANG - Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi seperti media sosial rentan dimanfaatkan untuk aksi terorisme, sehingga masyarakat terutama kalangan generasi muda agar mewaspadai penggunaan media sosial tersebut.

"Media sosial bisa dimanfaatkan oleh kelompok tertentu untuk melakukan perekrutan anggota seperti dilakukan ISIS di sejumlah negara. Oleh karena itu, kita harus berhati-hati dalam menggunakan teknologi informasi dan komunikasi termasuk media sosial,"kata Kadishubkominfo Karawang melalui  Drs  Matin Abdul Razak MM Kepala Bidang Komunikasi Informasi Dinas Perhubungan Karawang kepada Seputar Jabar Online (25/4)

Matin mengatakan,, setiap orang berhak berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya, serta berhak untuk mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia.

Namun demikian, tidak semua dari perkembangan teknologi informasi dan komunikasi tersebut, dimanfaatkan untuk kesejahteraan, kemudahan dan kebaikan bersama karena banyak juga yang dimanfaatkan untuk kejahatan termasuk aksi terorisme.

"Tekonologi informasi itu  tergantung bagaimana kita memanfaatkan dan menggunakannya. Kalau dimanfaatkan demi kebaikan, pasti akan memberikan kemaslahatan bagi umat manusia, namun jika digunakan untuk kejahatan akan memberikan kemadharatan," terangnya

Menurutnya, teknologi informasi dan komunikasi bagaikan dua mata pisau yang tajam, bisa digunakan untuk membunuh atau memotong sesuatu barang yang bermanfaat. Sehingga teknologi informasi dan komunikasi juga bisa digunakan untuk kepentingan-kepentingan kelompok tertentu seperti terorisme yang memanfaatkan jaringan internet dan media sosial dalam merekrut anggotanya.

"Jika ingin menguasai dunia maka harus menguasai bahasa yang dipakai dalam perhelatan dunia serta harus mampu menguasai teknologi informasi," ungkapnya

Matin menyarankan para santri pelajar dan mahasiswa untuk memahami perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, supaya bisa membedakan mana yang memberikan kemanfaatan bagi kehidupan serta menghindari kemadharatan seperti yang dimanfaatkan untuk melakukan aksi terorisme.Lalu ditambahkannya ,bahwa  upaya untuk melakukan pencegahan terhadap aksi terorisme yakni membangun sinergitas seluruh elemen masyarakat, untuk bersama-sama mencegah paham radikal-terorisme dengan cara melaksanakan penguatan kapasitas melalui pemberdayaan rumah ibadah, lembaga keagamaan, sekolah, kampus dengan pendekatan edukasi, ekonomi dan sosial budidaya.

"Paling utama untuk menghindari paham radikal dan terorisme adalah pemahaman agama yang utuh serta tidak memaknai jihad secara dangkal dan sempit," pungkasnya. (Sutiyono)

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: