» » » Jabar Jadi Model Pemberantasan Kekerasan Terhadap Perempuan

SJO, BANDUNG – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Anak (PPA) Yohana Susana Yembise dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat berencana membuat road map (pemetaan) dan grand design sebagai percontohan pemberantasan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Wakil Gubernur  Jawa  Barat  Deddy  Mizwar  mengatakan pemprov akan melakukan road map berbagai persoalan tentang perempuan termasuk juga masalah perlindungan anak seperti apa, bagaimana cara mengatasi masalah-masalah tersebut.  "Diharapkan ini akan menjadi model penyelesaian berbagai masalah di berbagai daerah juga secara nasional," ungkapnya saat wawancara usai kunjungan Menteri PPA ke Gedung Sate, Jum’at (10/04).

Hal ini juga ditegaskan sebelumnya oleh Yohana Susana Yembise, “kalau bisa kita jadikan Jawa Barat sebagai suatu tren grand design sehingga provinsi lain bisa mencontoh.”

Provinsi Jawa Barat merupakan salah satu wilayah dengan penduduk terpadat dengan jumlah kekerasan terhadap wanita menempati posisi ketiga di Indonesia. Kemungkinan hal ini dikarenakan migrasi penduduk dari daerah lain untuk mencari peluang kerja di provinsi dengan kawasan industri terbesar di Indonesia ini.

Selain itu, Menurut Yohana, kekerasan yang terjadi di luar negeri terhadap TKW dikarenakan kurangnya pendidikan. Kebanyakan TKW yang ke luar negeri merupakan tamatan SD atau SMP.
Oleh karena itu, Menteri PPA bekerjasama dengan Pemprov Jabar akan mengadakan pelatihan keterampilan kepada tenaga kerja wanita (TKW). Upaya ini dilakukan agar TKW yang akan dikirim keluar negeri tidak lagi bekerja sebagai asisten rumah tangga tetapi sebagai tenaga kerja ahli yang lebih potensial. Rencananya  pelatihan tersebut akan dilakukan selama tujuh bulan dan dimulai pada bulan Mei 2015.(*)

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: