» » » Istri Gugat Cerai Suami Menjadi Trend

SJO, PURWAKARTA -Di Purwakarta Jawa Barat, kondisi kini menjadi terbalik, yang biasanya suami cerai istri sekarang kebanyakan istri yang gugat cerai suami. Para istri tega melayangkan cerai gugat ke suaminya, karena faktor ekonomi lah yang menjadi pemantik sang istri tidak ingin berlama lama mengarungi bahtera rumah tangga bersama suami.

Menurut data dari Kantor Pengadila Agama (PA), Kabupaten Purwakarta, menunjukan hingga Maret 2015 tercatat kasus cerai gugat mendominasi kasus perceraian yang disidangkan di Pengadilan Agama Purwakarta.

Kemudian disusul kasus cerai talak yang di ajukan suami. "Hingga maret 2015, Kesih selaku Staf Informasi di Pengadilan Agama kabupaten Purwakarta, telah menangani kasus persidangan cerai 136 kasus, naik 13 kasus dari bulan Febuari 123 kasus dan turun 10 dari Januari 146 kasus. Jelasnya.

Dalam kasus cerai gugat pada Bulan Januari 2015 terdapat 73 kasus, Bulan Febuari 76 kasus, dan Bulan Maret nya mencapai 79 kasus. Sedangkan cerai talak tuk Bulan Januari 32 kasus, Bulan Febuari 22 kasus, hingga Bulan Maret mencapai 28 kasus". Dalam semua kasus tersebut yang menjadi penyebab perceraian di dominasi masalah ekonomi, kemudian selingkuh dan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). Kasus cerai gugat masih menempati urutan pertama, disusul diurutan kedua yaitu kasus cerai talak yang di ajukan para suami. Jelasnya.

Meski demikian lanjut Kesih, bahwa angka perceraian di Kabupaten Purwakarta masih tergolong rendah di bandingkan dengan Kabupaten Subang, Kerawang dan Kabupaten Indramayu.

Menurut Ruhiat,SH, selaku Praktisi Hukum, mengakui bahwa terjadinya fenomena istri cerai gugat suami. Namun perkara ini seperti sedang trend dari beberapa kasus perceraian yang di sidangkan di Pengadilan Agama. Ungkapnya.

Ruhiat mengaku kerap menjadi kuasa hukum kliennya seorang ibu rumah tangga yang melayangkan cerai gugat ke suaminya. "Menurut analisa saya pemantiknya adalah faktor Ekonomi, karena penghasilan sang istri lebih besar dari penghasilan sang suami atau sang istri yang bekerja sedangkan sang suami menganggur". Urai Ruhiat,SH.

Dari semua kelompok pemohon Cerai Gugat dan Cerai Talak, berasal dari kalangan Masyarakat Umum dan Buruh Pabrik. (DeR)

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: