» » » » Diduga Korban Tenggelam Akibat Perahu Bocor

SJO, PURWAKARTA - Dengan meningkatnya ketinggian muka air danau Jatiluhur serta cuaca buruk, mengakibatkan kencangnya gelombang air yang sangat mengganggu aktivitas ojeg perahu.

Atas laporan dari Yahya Kepala Desa Galumpit, kepada Brigadir.Suryadi.SH Kanit Gakkum Polisi Air Polres Purwakarta, bahwa sekitar jam 20'00 Waktu Indonesia Barat (WIB) (9/4). Telah terjadi Dua (2) orang korban tenggelam atas nama Salman (25), tukang oje perahu, warga Desa Parung Banteng kecamatan Sukasari kabupaten Purwakarta, dan  Dadang(40) warga kampung Rengas Desa Jaya Baya Kecamatan Cimaung Kabupaten Bandung.

Dalam pencarian korban tersebut melibatkan Tim SAR beserta warga setempat, kurang lebih 150 orang. Korban bernama Dadang berhasil ditemukan jumat 10/4 jam 7.30 wib di Danau Jatiluhur kp. Gajah Desa Parung Banteng Sukasari. Setelah itu korban di evakuasi, langsung dibawa kerumah duka kp.Cimanggu Desa Parung Banteng.

Dalam pencarian korban menggunakan Rubber Boat (Perahu Karet) milik Sat Pol Air Polres Purwakarta. Tak lama kemudian Tim SAR menemukan kembali korban yang bernama Saman di TKP yang sama pukul 13.00 wib. Setelah korban dua duanya di evakuasi ternyata korban adalah  bersaudara.

Faktor kecelakaan diduga perahu yang di tumpangi oleh Dadang dan Saman mengalami kebocoran, menurut keterangan Kanit Gakkum Brigadir.Suryadi.SH. setelah di ketahui bahwa kedua korban tersebut bukan korban pembunuhan, melainkan musibah akibat perahu mengalami kebocoran.

Kanit Gakkum melaksanakan musyawarah kepada kedua belah pihak korban dengan PT. Permata Hijau, sepakat untuk memberikan santunan kepada keluarga korban. Karena korban adalah salah satu pegawai dari PT.Permata Hijau, anak Perusahaan Perum Jasa Tirta II.

Demi kebaikan bersama atas hasil musyawarah mupakat serta hasil pemeriksaan dari pihak kepolisian, kedua keluarga korban harus membuat surat pernyataan bahwa korban adalah kecelakaan murni musibah. (DER)

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: