» » » » Bupati Purwakarta Keluarkan Perbup Konvoi

SJO, PURWAKARTA - Gerah dengan aksi pengguna motor gede (moge) yang selama ini meresahkan dan menimbulkan kecelakaan lalu lintas di beberapa daerah, Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi keluarkan Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 50 Tahun 2015 Tentang Tata Cara Pelaksanaan Konvoi Di Jalan Umum.

"Sekarang pemda keluarkan perbup tentang konvoy di jalanan bagi kendaraan motor gede, setengah gede atau motor kecil karena ritme konvoynya melebihi ambang batas," kata Dedi di Pendopo Purwakarta, Rabu (15/4).

Akibatnya, kata dia, sejumlah kecelakaan lalu lintas sering terjadi akibat ritme konvoi yang melebihi ambang batas. Terakhir, seorang warga di Ciamis dan Tasikmalaya jadi korban ditabrak pengguna moge.

"Karena lebihi ambang batas konvoi hingga sering timbul kecelakaan dan banyak orang enggak nyaman. Sering kita lihat mereka ambil seluruh jalan dan pengendara lain terpinggirkan," kata Dedi.

Karenanya, mulai Rabu 16 April 2015 semua konvoi harus jelas dan harus memiliki izin dari Pemkab Purwakarta.

"Sekarang siapapun yang konvoy harus jelas, harus minta izin dari Dishub dan Polres Purwakarta. "dikawal, harus sopan, tertib biar tidak ada konflik," katanya.

Apalagi, kata dia, Purwakarta kerap jadi daerah perlintasan yang dilalui konvoi sepeda moge. "Ya karena Purwakarta daerah perlintasan, mereka harus lapor dulu sama yang punya wilayah," kata dia.

Ia sendiri pernah mengalami hal buruk di jalan raya saat berpapasan dengan pengendara moge.

"Jangankan warga biasa, saya juga sama gerah kalau liat prilaku mereka di jalan. Malah saya suka sengaja berhentiin mobil kalau mereka nyuruh orang supaya minggir," ujarnya.

Dedi mengaku tidak takut dengan siapapun yang membekingi komunitas motor gede. "Ya intinya siapapun, kalau di jalan harus tunduk sama aturan lalu-lintas. Jalan bukan milik perorangan, pengguna motor gede harus beri contoh," katanya.

Kasatlantas Polres Purwakarta Aziz Syaefudin mengaku belum menerima lampiran perbup.

"Nanti kita lihat dulu perbubnya seperti apa, soalnya hingga saat ini saya belum terima perbubnya. Nanti dipelajari dulu, bila perbub sejalan dengan undang-undang, tidak masalah, tapi bila sebaliknya, kami tetap akan berpegang pada Undang-undang Lalu Lintas," ujarnya. (DeR)

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: